• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 November 2022

Qana’ah

Qana’ah 

 

Pengertian Qana’ah

Kata Qanaah berasal dari bahasa Arab Qana’a-yaqna’u-qana’an-qanaa’atan, yang berarti suka menerima yang dibagikan kepadanya, rela. Secara istilah Qana’ah berarti menerima keputusan Allah Swt. dengan tidak mengeluh, merasa puas dan penuh keridhaan atas keputusan Allah Swt., serta senantiasa tetap berusaha sampai batas maksimal kemampuannya.

Dapat diartikan pula qanaah merasa cukup terhadap pemberian rezeki dari Allah Swt. Dengan sikap inilah maka jiwa akan menjadi tentram dan terjauh dari sifat serakah atau tamak. Orang yang bersikap qanaah, ia rela menerima kenyataan hidup yang dialami, tidak berkeluh kesah, tidak mengangan-angan kesenangan yang diterima orang lain.

Dalil Naqli Perintah Qana’ah

  • alٞ-Qur’َ an An-َ Nisa-

Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa [4]:32)

  • Surah Hud ayat 6:

Artinya: “Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud [11]:6)

Hadis Nabi Saw. diriwayatkan oleh Muslim:

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya beruntung orang yang masuk Islam, mendapat rizki secukupnya dan ia merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya.” (HR. Muslim)

Disebutkan pula hadis dari Abu Hurairah berikut:

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Yang namanya kaya bukanlah dengan memiliki banyak harta, akan tetapi yang namanya kaya adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446, Muslim no. 1051, Tirmidzi no. 2373, Ibnu Majah no. 4137). Ghina nafs dalam hadis di atas yang dimaksud adalah tidak pernah tamak pada segala hal yang ada pada orang lain.

Dalam hadis dari Jabir r.a. katanya Rasulullah Saw. bersabda:

Artinya: “Berpeganglah kalian kepada sifat qana’ah, karena sesungguhnya qana’ah itu harta yang tak akan habis”. (HR. Thabrani)

Bentuk dan Contoh Perilaku Qana’ah

Qanaah bukan berarti diam berpangku tangan dan bermalas-malasan tidak mau meningkatkan kesejahteraan hidup tapi sesungguhnya orang yang qanaah adalah orang yang sangat kuat dan bersahaja, dia giat berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan yang dicita-citakan. Namun apabila menemui kegagalan dia tidak pernah berputus asa dan kecewa, bahkan ia selalu sabar dan husnuzhan dengan keputusan Allah, karena dia punya keyakinan bahwa di balik semua peristiwa dalam hidup pasti ada hikmahnya.

Beruntunglah orang-orang yang selalu merasa cukup dengan apa yang telah diberikan Allah kepadanya. Ciri-ciri perilaku yang mencerminkan sikap qana’ah adalah:

  • Tidak pernah mengeluh dalam menghadapi kenyataan
  • Merasa senang dengan apa yang ia miliki.
  • Tidak marah bila melihat orang lain sukses.
  • Rela dengan apa yang menjadi hak orang
  • Ikut senang bila melihat orang lain sukses.

Dampak Positif dalam Membiasakan Sikap Qana’ah

Untuk membiasakan diri bersikap qana’ah, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Dalam urusan dunia kita melihat orang yang di bawah kita, sedangkan untuk urusan akhirat kita melihat yang di atas
  • Sering bergaul dengan orang tuna grahita, tunanetra dan orang
  • Membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan
  • Tidak sering memperhatikan orang yang lebih kaya, agar kita tidak merasa
  • Mensyukuri setiap rezeki dan kondisi yang kita terima tanpa banyak mengeluh. Dampak positif dari perilaku membiasakan sikap qana’ah adalah:
  • Jiwa dan pikiran lebih tenang, karena terbebas dari rasa iri dan
  • Disukai setiap orang, karena semua orang akan merasa aman dan nyaman berada di sekelilingnya.
  • Mendapatkan kebahagiaan dunia dan
  • Terhindar dari sifat
  • Terhindar dari ancaman siksa yang

Untuk membiasakan diri bersikap qana’ah, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Dalam urusan dunia kita melihat orang yang di bawah kita, sedangkan untuk urusan akhirat kita melihat yang di atas
  • Sering bergaul dengan orang tuna grahita, tunanetra dan orang
  • Membeli sesuatu sesuai dengan kebutuhan dan
  • Tidak sering memperhatikan orang yang lebih kaya, agar kita tidak merasa kurang.
  • Mensyukuri setiap rezeki dan kondisi yang kita terima tanpa banyak

Pengertian Tamak

Tamak dan Serakah 

Pengertian

Dalam bahasa Arab, serakah disebut tamak yang artinya sikap tak pernah merasa puas dengan yang sudah dicapai. Menurut istilah tamak adalah cinta kepada dunia (harta) terlalu berlebihan tanpa memperhatikan hukum haram yang mengakibatkan adanya dosa besar. Karena ketidakpuasannya itu, segala cara pun ditempuh. Serakah adalah salah satu dari penyakit hati. Mereka selalu menginginkan lebih banyak, tidak peduli apakah cara yang ditempuh itu dibenarkan oleh syariah atau tidak, tidak berpikir apakah harus mengorbankan kehormatan orang lain atau tidak. Yang penting, apa yang menjadi kebutuhan nafsu syahwatnya terpenuhi. Sikap serakah dilarang oelh Allah Swt.

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, Sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS. At-Takasur [102] : 1-2)

Ciri-Ciri Tamak

  • Tidak mensyukuri nikmat yang telah dimiliki
  • Selalu merasa kurang padahal ia telah banyak mendapat nikmat
  • Ingin memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain
  • Panjang angan-angan yaitu suka menghayal dan tidak realistis
  • Kikir, ia tidak mau hartanya berkurang sedikitpun
  • Kurang menghargai pemberian orang lain jika tidak sesuai keinginan
  • Terlalu mencintai harta yang
  • Terlalu semangat mencari harta tanpa memperhatikan waktu dan kondisi
  • Semua perbuatannya selalu bertendensi pada materi

Bahaya Tamak

  • Orang yang tamak selalu merasa kurang dan tidak pandai bersyukur

Dan Sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, Yaitu: «Bersyukurlah kepada Allah. dan Barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan Barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah  Maha  Kaya  lagi  Maha  Terpuji». (QS. Lukman [31] : 12)

  • Sifat tamak dapat menimbulkan rasa dengki, hasul dan permusuhan
  • Sifat tamak akan membutakan orang sehingga menghalalkan segala cara dalam meraih tujuannya
  • Sifat tamak akan menjauhkan seseorang daria Allah
  • Sifat tamak membuat orang menjadi bakhil, karena takut hartanya berkurang

(yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan Menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. dan Kami telah menyediakan untuk    orang-orang    kafir    siksa     yang     menghinakan. (QS. An-Nisa’ [4] : 37 )

Cara Menghindari Tamak

  1. Mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan
  2. Membiasakan diri dengan sifat ikhlas dan rendah diri
  3. Membiasakan diri dengan sifat pemurah dan jujur
  4. Membiasakan hidup sederhana, hemat, qana’ah dan zuhud
  5. Meminta pertolongan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat serakah
  6. Menghindari sifat iri jika melihat orang lain banyak harta
  7. Sadar bahwa meteri hanya hiasan hidup dan perantara menuju akhirat

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid [57] : 20)

Pengertian Nifaq

Nifaq  

Pengertian Munafik (Nifāq)

 Nifāq berasal dari akar kata nāfaqa berarti munafik, menyembunyikan, berbohong, berpura-pura. Kata ini diambil dari kata nafiqā berarti salah satu lubang tikus, jika dicari melalui satu lubang, maka tikus itu akan lari dan mencari lubang lainnya.

Kata Nifāq secara istilah adalah sikap menyembunyikan sesuatu di dalam hatinya karena tak ingin diketahui keberadaannya oleh orang lain sehingga menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dalam hatinya. Atau dengan kata lain nifāq ialah menyatakan keimanan padahal di balik itu tersimpan kekufuran. Allah Swt. berfirman:

Rasulullah Saw. bersabda:

“Khallād menceritrakan kepada kami, Mis’ar menceritrakan kepada kami dari Habǐb bin Abǐ Tsābit dari Abǐ al-Sya’tsā dari Khuzaifah dia berkata nifāq itu sesungguhnya adalah pada masa Nabi saw. Adapun sekarang ini (yang dahulu dinamakan nifāq) adalah kufur sesudah beriman”. (HR. Bukhari)

Macam-Macam Perilaku Munafik (Nifāq)

a. Nifāq ‘Amalī/ ‘Urfī

Nifaq ‘amalī ialah sikap yang dimiliki seseorang dengan memperlihatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya sehingga dalam interaksi sosialnya dia sering berperilaku atau menampakkan tanda-tanda kemunafikan.

Tanda-tanda kemunafikan adalah apabila seseorang berbohong dalam perkataannya, ingkar tehadap janjinya, dan khianat dari kepercayaan kepadanya.

Rasulullah Saw. bersabda:

“Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Ada tiga tanda orang munafik, apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila dipercaya ia berkhianat” (HR. Muslim)

“Dari Abdullah bin Amru ra, ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda: Ada empat sifat yang bila dimiliki maka pemiliknya adalah munafik murni. Dan barang siapa yang memiliki salah satu di antara empat tersebut, itu berarti ia telah menyimpan satu tabiat munafik sampai ia tinggalkan. Apabila berbicara ia berbohong, apabila bersepakat ia berkhianat, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila bertikai ia berbuat curang”. (HR. Muslim)

Dalam membicarakan status hukum orang munafik seperti dalam hadis ini mayoritas ulama berpendapat bahwa ciri-ciri kemunafikan dalam hadis ini yang umum terjadi dalam masyarakat tidak dihukum kafir. Hanya sebagai suatu bentuk kemunafikan.

b. Nifāq Īmānī / Syar’ī

Nifāq Īmānī adalah suatu sikap yang dimiliki seseorang dengan memperlihatkan keimanan dan menyembunyikan kekafirannya. Orang seperti ini diancam neraka, sebab orang sangat berbahaya bagi umat dan agama Islam.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik” (QS. at- Taubah [9]: 67)

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong\ pun bagi mereka” (QS. an-Nisā`[4]: 145)

Contoh dari nifāq īmānī adalah sikap kemunafikan atas datangnya bulan Ramadan. Rasulullah Saw. bersabda:

“Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah saw bersabda: Demi Rasulullah Saw. bahwasanya tidak datang suatu bulan bagi orang-orang Islam lebih baik bagi mereka dari bulan Ramadhan dan tidak datang suatu bulan bagi orang-orang munafik lebih buruk dari bulan Ramadhan. Sebab di bulan Ramadhan orang- orang yang beriman mempersiapkan segala kekuatan untuk beribadah. Adapun orang-orang munafik tidaklah mereka persiapkan kecuali mempersiapkan untuk melalaikan manusia dan aib-aib mereka yaitu mereka jadikan kesempatan, sementara orang beriman dipergunakan kesempatan oleh orang yang menyimpang” (HR. Ahmad)

Cara Menghindari Perilaku Munafik (Nifāq)

1. Membiasakan berkata jujur

Jujur adalah sikap terpuji di mana seseorang mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan apa yang diketahui. Allah Swt. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan jadilah kalian beserta orang-orang yang jujur/benar” (QS. at-Taubah [9]: 119)

Rasulullah Saw. bersabda:

“Katakanlah kebenaran sekalipun itu pahit” (HR. Baihaqi)

2. Membiasakan diri untuk setia atau amanah

Setia atau amanah adalah sikap terpuji di mana seseorang berpegang teguh pada janji, pendirian, dan kepercayaan. Allah Swt. berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui”. (QS al-Anfāl [8]: 27)

Rasulullah Saw. bersabda:

“Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah dan tidak ada agama bagi yang tidak memegang janji” (HR. Ahmad)

Pengertian Silaturahmi

Silaturahmi 

 Silaturahmi adalah – Silaturahmi adalah mempererat tali persahabatan yang sering dilakukan, terutama bagi umat Islam saat sedang melaksanakan hari raya Idul Fitri. Silaturahmi adalah salah satu ajaran yang diperintahkan oleh Allah. Dalam sebuah hadits bahkan Rasulullah menyebutkan bahwa orang yang menyambung tali silaturahim adalah orang yang beriman kepada hari akhir.

Dengan begitu, ternyata banyak keuntungan dan manfaat yang bisa didapatkan. Sekarang, mari kita cari tahu apa saja manfaat persahabatan jika dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas.

Silaturahmi sangat populer saat Idul Fitri karena biasanya menurut tradisi tahunan hari raya, banyak orang yang kembali ke kampung halaman atau kampung halaman. Inilah mengapa ini adalah waktu terbaik untuk terhubung dengan keluarga dan orang-orang terkasih yang mungkin sudah lama tidak bertemu.

Manfaat Silaturahmi menurut Syariah juga merupakan praktik utama karena dapat membantu menghubungkan berbagai hal yang telah terputus. Lebih mudah mengampuni dosa di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala daripada mengampuni dosa yang disebabkan oleh kesalahan antar manusia. Subhanahu Wa Ta’ala adalah lafadz yang artinya “Suci dan Maha Agung”.

Mengenal Silaturahmi dalam Islam

Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa. Seringkali, ini dapat menyebabkan putusnya suatu hubungan. Untuk menyambung tali yang putus, umat Islam dihimbau untuk tetap bersilaturahmi.

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari kata shilah yang berarti hubungan dan rahim yang berarti kerabat. Rahim sendiri juga berasal dari kata Ar Rahmah yang berarti kasih sayang atau kekeluargaan.

Hal ini sebagaimana dalam salah satu hadits, yang artinya: “Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR Bukhari)

Manfaat Silaturahmi Menurut Islam

1. Mendekatkan Diri Kepada Allah SWT

Membangun silaturahmi dengan sesama juga merupakan salah satu cara kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Pasalnya, ketika kita ingin melanjutkan silaturahmi dan memperlakukan orang dengan baik, itu berarti kita telah memenuhi perintah Allah SWT. Dalam riwayat Abu Hurairah ia mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung denganMu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu.”

Menyambung silaturahmi dengan orang yang telah memutuskan tali silaturahmi merupakan akhlak terpuji yang sangat disukai oleh Allah.

Sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat?Maafkan orang yang pernah menganiaya ilmu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Sedangkan seseorang yang suka memutus tali silaturahmi maka dianggap sebagai “perusak” kehidupan.

Hal ini sebagaimana yang terdapat dalam salah satu surat Alquran berikut ini, Allah SWT berfirman:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)?

Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka,” (QS. Muhammad:22-23).

Karena menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT, maka dengan menjalin silaturahmi juga merupakan salah satu cara meningkatkan akhlak yang terpuji.

2. Menjaga Kerukunan dan Keharmonisan

Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, silaturahmi juga dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama. Dorongan untuk saling memaafkan dengan tetap bersilaturahmi bisa membuat hubungan menjadi harmonis. Karena setiap manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan dan dosa, tentunya seseorang akan meminta maaf dan memaafkannya.

Seseorang yang memutuskan hubungan silaturahmi dianggap sebagai perusak bumi. Bahkan ia juga akan mendapat laknat dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam salah satu hadits berikut bahwa Nabi SAW bersabda:

“Tak akan masuk surga pemutus tali silaturahmi”.(HR. Bukhari dan Muslim).

3. Dijauhkan dari Api Neraka

Manfaat silaturahmi selanjutnya adalah dijauhkan dari neraka. Seorang muslim yang menjalin kembali tali silaturahmi maka akan dijauhkan dari neraka. Sebagaimana dalam salah satu hadis berikut ini, yang artinya:

“Engkau menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.” (HR Bukhari dan Muslim).

Syeh Soleh juga menyebutkan bahwa manfaat silaturahmi adalah menjadikan iblis laknatullah menjadi sulit untuk menggoda manusia.

4. Menjadi Makhluk yang Mulia

Manfaat lain dari silaturahmi adalah dapat membuat kita menjadi mulia. Karena berhubungan dengan mereka yang telah memutuskan tali persaudaraan merupakan sosok terpuji yang dicintai oleh Allah SWT. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ali bahwa Nabi SAW bersabda:

“Maukah kalian saya tunjukkan perilaku akhlak termulia di dunia dan di akhirat? Maafkan orang yang pernah menganiaya kamu, sambung silaturahmi orang yang memutuskanmu dan berikan sesuatu kepada orang yang telah melarang pemberian untukmu.”

Sedangkan orang yang suka memutuskan tali persaudaraan dianggap sebagai perusak kehidupan. Hal ini dinyatakan dalam salah satu Al-Qur’an berikut, Allah SWT berfirman:

“Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan tali silaturahmi (kekeluargaan)? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka”.(QS. Muhammad:22-23)

5. Memperpanjang Umur dan Melapangkan Rezeki

Manfaat silaturahmi selanjutnya adalah dapat memperpanjang umur dan meningkatkan rezeki. Mengunjungi anggota keluarga dan orang-orang terkasih merupakan salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan dan kedekatan. Selain itu, persahabatan adalah praktik dengan nilai pahala yang besar.

Barang siapa yang selalu menjaga silaturahmi, Allah akan menambah rezeki dan memperpanjang umurnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi,” (HR. Bukhari – Muslim).

Menjaga dan mempererat silaturahmi sangat penting bagi setiap muslim. Tidak hanya berguna di dunia ini, tetapi juga baik untuk dunia yang akan datang.

6. Mendapatkan Rahmat

Mencari rahmat Allah adalah bentuk usaha kita sebagai umat muslim untuk mendapatkan tempat terbaik di yaumul akhir nanti. Salah satu amalan yang paling mudah untuk mendapatkan rahmat Allah adalah dengan menyambung tali silaturahim, seperti hadits berikut ini:

Allah berfirman: “Aku adalah Maha Pengasih dan ia adalah Rahim, nama itu diambil dari bagian nama-Ku, siapa yang menyambungnya, maka Aku memberikan rahmat-Ku kepadanya, dan siapa yang memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR Abu Dawud)

Dengan silaturahmi kita akan mendapatkan banyak ilmu yang akan kita dapatkan dan bisa kita bagikan kepada orang lain. Wawasan kita akan bertambah, pengalaman kita akan bertambah. Itulah manfaat dari persahabatan yang akan kita miliki. Tetap berhubungan dengan semua orang. Karena kita semua bersaudara.

7. Masuk Surga

Tidak ada pahala lain yang lebih besar dari langit. Silaturahmi bukan hanya urusan kita dengan orang tua, tetapi juga bentuk usaha dan ketaatan terhadap apa yang telah Allah perintahkan. Berikut hadits yang mengatakan bahwa pahala untuk silaturahmi adalah masuk surga:

“Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian masuk surga dengan selamat.” (H.R Ibnu Majah).

8. Menghibur Kerabat

Manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Tetap bersilaturahmi dapat menghibur dan membantu orang-orang terkasih yang membutuhkan. Terkadang ada orang yang enggan untuk meminta bantuan saat membutuhkan, dan sebagai orang tua, mereka harus membantu tanpa menunggu diminta.

Bukannya ketika kita dalam kesulitan, orang yang kita cintai membantu kita. Karena semua perbuatan kita akan dibalas sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita tidak diganjar di dunia ini, tentu kita akan menerima pahalanya nanti.

“Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” (Q.S Ar-Rahmaan : 60).

9. Menggugurkan Dosa

Pernahkah Anda mendengar ulama bahwa “jabat tangan dapat menambah cinta”  Berjabat tangan saat silaturahmi bukan hanya untuk menunjukkan keakraban, ternyata merupakan sunnah. Namun, itu mencegah kita dari berbuat dosa dengan perselisihan dan mengoreksi berbagai kesalahpahaman. Sebagaimana dijelaskan dalam riwayat tersebut, Nabi SAW bersabda:

“Tidaklah dua orang muslim yang bertemu lalu berjabat tangan, melainkan dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah.” (HR. Abu Daud no. 5212 dan at-Tirmidzi no. 272, dishahihkan oleh al-Albani).

10. Memperluas Ilmu dan Hikmah Hidup

Dengan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, kita juga dapat memperoleh berbagai kearifan dan ide-ide baru. Sains dan Islam saling terkait. Dengan memperbarui pengetahuan Anda secara teratur, Anda akan belajar bagaimana memahami, berempati, dan menyelesaikan semua masalah dengan bijak.

Manfaat Silaturahmi Untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Berikut berbagai manfaat silaturahmi yang bisa kita rasakan pada tubuh dan jiwa kita.

1. Membantu Mengurangi Stres dan Cemas

Manfaat persahabatan bagi kesehatan mental adalah dapat mengurangi stres dan kecemasan yang berlebihan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam beberapa tahun terakhir (terutama sejak tahun 2022), banyak dari kita telah mengalami banyak masalah yang berkelanjutan dalam hidup kita.

Banyak masalah mendasar yang berbeda dapat dengan mudah menyebabkan stres dan kecemasan ketika memikirkan solusi. Menurut Tri-State Livestock News, stres atau kecemasan orang dewasa mempengaruhi kondisi mental anggota keluarga lain yang lebih muda.

Dalam kasus Grameds yang sudah menikah dan mempunyai anak, anggota keluarga termuda yang terlibat adalah anak-anak. Nah, para ahli sepakat bahwa bersosialisasi dan tetap berhubungan dengan keluarga atau teman dekat dapat membantu Anda membangun ketahanan.

Menurut American Psychological Association, resiliensi adalah kemampuan untuk beradaptasi hingga tingkat tinggi dan fleksibel dalam menghadapi tekanan internal dan eksternal. Membicarakan dan mengkomunikasikan hal-hal menarik secara tidak langsung dapat mengurangi beban dan mengurangi stres.

2. Meningkatkan Daya Ingat dan Mencegah Demensia

Manfaat silaturahmi bagi kesehatan juga dapat membantu menjaga dan meningkatkan daya ingat untuk mencegah demensia.

Sebuah studi tahun 2018 dalam Journal of Biomedical Sciences menunjukkan bahwa sosialisasi memiliki banyak manfaat positif bagi kesehatan otak manusia. Karena seseorang yang selalu berhubungan dan aktif secara sosial memiliki daya ingat dan kemampuan kognitif yang lebih baik.

Dengan bersosialisasi, seseorang tentu akan berlatih menghafal wajah, nama dan berbagai ingatan yang tersimpan di otak. Kebiasaan ini akan membantu mengurangi risiko demensia jangka panjang.

3. Meningkatkan Imun Tubuh dan Memperpanjang Usia

Berinteraksi dengan orang lain sebenarnya memiliki hubungan dengan peningkatan sistem imun tubuh. Ini juga manfaat silaturahmi yang bisa kita miliki untuk kesehatan kita.

Karena ketika Anda tetap berhubungan, ada banyak hormon dalam tubuh Anda yang bereaksi satu sama lain. Hormon adalah senyawa kimia dalam tubuh yang diproduksi oleh berbagai kelenjar dalam tubuh.

Salah satu fungsi hormon adalah mengatur suasana hati dan meningkatkan perasaan positif yang membuat kita lebih bahagia. Menurut Healthline.com, hormon kebahagiaan ini terdiri dari beberapa hormon, yaitu:

  • Hormon Dopamin

Hormon ini merupakan hormon penting dalam sistem otak.Hormon dopamin terlibat dalam euforia, yang berkaitan erat dengan memori sistem motorik. Tidaklah mengherankan bahwa dopamin juga dikenal sebagai hormon perasaan-baik.

  • Hormon Oksitosin

Dikenal sebagai hormon cinta, hormon oksitosin berhubungan erat dengan persalinan, menyusui, emosi, atau hubungan orang tua-anak. Kadar oksitosin meningkat dengan meningkatnya kasih sayang fisik seperti pelukan, ciuman, dan seks.

  • Hormon Endorfin

Ketika Anda stres, cemas atau tidak nyaman tentang sesuatu, endorfin adalah hormon penghilang rasa sakit dalam tubuh. Nah, kadar endorfin cenderung naik saat Anda melakukan aktivitas yang menimbulkan perasaan puas. Sebut saja saat makan makanan lezat, berolahraga atau setelah orgasme saat berhubungan seks.

  • Hormon Serotonin

Hormon serotonin dan neurotransmiter membantu suasana hati seseorang. Hormon ini juga berperan saat Anda tidur, mempelajari sesuatu yang baru, memperoleh pengetahuan baru dan memulihkan ingatan.Hormon yang sama bekerja saat Anda makan, bahkan mengatur saluran pencernaan.

Ketika Anda bersosialisasi dan tetap berhubungan, hormon kebahagiaan ini akan bereaksi dan bertindak positif. Beginilah cara kerja hormon kebahagiaan, manfaat silaturahmi bisa dirasakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain membantu memperkuat daya tahan tubuh, bersosialisasi dipercaya oleh banyak ahli dapat membantu seseorang hidup lebih lama daripada seseorang yang cenderung menyendiri.

4. Membantu Memecahkan Masalah

Hidup sebagai orang dewasa tidaklah mudah. Inilah sebabnya mengapa Anda perlu bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga dapat menjadi tempat mencurahkan isi hati untuk tujuan mencapai pencerahan.

Dari sekian banyak percakapan, siapa tahu salah satunya menyembunyikan sesuatu yang bisa menjadi ide baru untuk menyelesaikan masalah Grameds atau bahkan janji ide bisnis yang menjanjikan. Jadi, manfaat persahabatan yang dapat dialami Grameds lebih dari sekedar peningkatan suasana hati.

Tapi ingat Grameds, saat bersosialisasi atau bersilaturahmi, hindari basa-basi, oke! Terutama berbicara tentang berbagai hal “miring” tentang keluarga. Misalnya mengapa beberapa orang tidak menikah, tidak memiliki anak, dll. Hal di atas tentu menjadi hal yang sangat sensitif bahkan bisa merusak suasana hangat Idul Fitri.

5. Menjaga Kewarasan dan Kesehatan Mental

Manfaat silaturahmi yang terakhir ini erat kaitannya dengan kodrat sosial manusia. Nah, sebagai makhluk sosial tentunya manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan kehadiran orang lain. Berinteraksi dengan orang lain, terutama keluarga, adalah praktik termudah untuk menjaga ketenangan dan kesehatan mental. Tidak hanya itu, silaturahmi juga dapat meningkatkan mood dan kebahagiaan melalui interaksi fisik dan emosional.

Keutamaan dan Perintah Silaturahmi

1. Keutamaan Silaturahmi

Secara umum, manfaat silaturahmi dalam Islam dijelaskan dalam keutamaan dan perintah Al-Qur’an dan para wali. Berikut ulasan yang dilansir Muslim.or.id. Salah satu kelebihan menjaga silaturahmi adalah dapat menjadi salah satu alasan manusia bisa masuk surga Allah SWT. Ini dijelaskan dalam sabda Nabi:

أيها الناس، أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلُّوا بالليل والناس نيام, تدخلوا الجنة بسلام

Artinya: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahmi, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat,” (HR. Ibnu Majah, At Tirmidzi, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah).

2. Perintah Bersilaturahmi 

Allah SWT memerintahkan untuk menyambung tali silaturahim, yang dijelaskan dalam surah An Nisa ayat 36, yang berbunyi:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Wa’budullāha wa lā tusyrikụ bihī syai`aw wa bil-wālidaini iḥsānaw wa biżil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīni wal-jāri żil-qurbā wal-jāril-zunubi waṣ-ṣāḥibi bil-jambi wabnis-sabīli wa mā malakat aimānukum, innallāha lā yuḥibbu mang kāna mukhtālan fakhụrā

Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS. An Nisa: 36).

Pengertian Akhlak

Pengertian Akhlak 

Pengertian Akhlak : Tentang Akhlak Beserta Contohnya – Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi menyebabkan berkembangnya pula perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat secara signifikan dalam berbagai aspek.

Perubahan tersebut satu sisi membawa kemudahan dan di sisi lain menimbulkan kegelisahan. Kemudahaan dalam memenuhi kebutuhan hidup dan kegelisahan karena terjadinya pergeseran tatanan nilai-nilai akhlak yang ada dalam masyarakat sebagai dampak dari faktor eksternal dengan masyarakat yang telah membuka diri dan menyerap beberapa nilai-nilai dari luar.

Ini bisa menyebakan rusaknya tatanan akhlak atau krisis akhlak sebagai seorang muslim maupun muslimah yang dimana akan kehilangan jati diri, dan bisa terjerumus ke dalam tindakan yang tidak terpuji, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, pelecehan seksual, perampokan hingga menghilangkan nyawa seseorang .

Akhlak sangat penting untuk kehidupan setiap muslim, baik secara pribadi maupun masyarakat. Karena dengan akhlak seseorang dapat menyempurnakan kepribadiannya. Maka dari itu, setiap aspek ajaran islam berorientasi pada pembinaan dan pembentukan akhlak yang mulia (karimah).

Pengertian Akhlak

Untuk memahami pengertian akhlak secara menyeluruh ada dua acara yang perlu ditempuh. Pertama dilihat dari segi Bahasa (etimologi) dan kedua dilihat dari segi istilah (terminologi).

Dilihat dari segi bahasa, kata akhlak berasal dari Bahasa Arab yang telah diserap ke dalam Bahasa Indonesia. Yang dalam Bahasa Arab kata akhlak merupakan jama’ kata khuluqun yang mengandung arti:

  1. Tabi’at, yaitu sifat yang telah terbentuk dalam diri manusia tanpa dikehendaki (tanpa kemauan) atau tanpa diupayakan (tanpa usaha).
  2. Adat, yaitu sifat dalam diri manusia yang diupayakan (berusaha) melalui latihan yakni berdasarkan keinginan.
  3. Watak, jangkauannya meliputi hal yang menjadi tabi’at  dan hal yang diupayakan sehingga menjadi adat kebiasaan.

Secara singkat  kata akhlak yang berarti kesopanan dan agama (budi pekerti). Terdapat pula kata akhlakul karimah yang memiliki arti perbuatan mulia lagi terpuji yang diwujudkan dalam bentuk sikap, ucapan, dan perbuatan yang baik sesuai dengan ajaran Islam yang dapat kamu pahami pada buku Komik Akhlak Dalam Al’Qur’An yang dikemas dalam bentuk komik animasi sehingga lebih menyenangkan untuk dipelajari.

Jadi, pengertian akhlak dapat diartikan sebagai tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sengaja, diawali dari proses latihan yang menjadi kebiasaan, bersumber dari dorongan jiwa untuk melakukan perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian. Untuk lebih jelasnya, ada perbedaan tentang akhlak dan ilmu akhlak.

Apakah bedanya?

Akhlak adalah yang berkaitan dengan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sengaja yang muncul dari dorongan jiwa secara spontan.

Ilmu akhlak adalah ilmu yang mempelajari dan memberi petunjuk bagaimana berbuat kebaikan dan menghindar dari keburukan, sesuai dengan tuntunan syariat islam.

Akhlak menggunakan kan penentuan baik atau buruk perbuatan manusia dengan tolak ukur ajaran Al Quran, sebagaimana firman Allah:

يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ قَدْ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيْرًا مِّمَّا كُنْتُمْ تُخْفُوْنَ مِنَ الْكِتٰبِ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍەۗ قَدْ جَاۤءَكُمْ مِّنَ اللّٰهِ نُوْرٌ وَّكِتٰبٌ مُّبِيْنٌۙ

“Wahai Ahli Kitab! Sungguh, Rasul Kami telah datang kepadamu, menjelaskan kepadamu banyak hal dari (isi) kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula) yang dibiarkannya. Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menjelaskan.”

(Qs Al-maidah : ayat 15)

Macam-Macam Akhlak dan Contohnya

Berdasarkan pengertian akhlak, maka secara garis besar maka, pada dasarnya akhlak itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Akhlak Mulia atau Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah atau Karimah)

Akhlak mulia atau terpuji disebut juga dengan Akhlakul Mahmudah atau Akhlakul Karimah yaitu sikap dan tingkah laku yang mulia atau terpuji terhadap Allah, sesama manusia dan lingkungannya. sifat mulia tersebut bagi setiap muslim perlu diketahui yang bersumber dari Al Quran dan hadis. Sifat terpuji sangat memberikan jaminan keselamatan kehidupan manusia, dalam hubungan dengan Allah, kehidupan pribadi, bermasyarakat dan negara.

2. Akhlak Buruk atau Tercela (Al-Akhlaqul Mazmumah)

Akhlak tercela disebut juga Akhlakul mazmumah  yaitu  Sikap dan tingkah laku yang buruk terhadap Allah, sesama manusia dan makhluk lain serta lingkungan.  Berdasarkan pengertian akhlak buruk, maka diharapkan agar setiap muslim menghindari sifat tercela karena ini sangat merusak kehidupan manusia,  baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat maupun kehidupan bernegara, dab  begitu juga hubungan dengan Allah.

Contoh Akhlak Terpuji dan Tercela

Contoh Akhlak Terpuji (Al-Akhlakul Mahmudah)

Ada beberapa sifat-sifat yang dapat dimasukan dalam kelompok akhlak mulia, yaitu:

a. Contoh Akhlak Terpuji Terhadap Allah

Akhlak mulia terhadap Allah diartikan sebagai tingkah laku manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya yang pada prinsipnya manusia yang beriman dan berakhlak mengakui terhadap keEsaan Allah, yang telah menciptakan manusia menjadi makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Sebagaimana firman-Nya:

وَاللّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْـًٔاۙ وَّجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْاَبْصَارَ وَالْاَفْـِٕدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl(16) : ayat 78).

Ayat diatas menunjukkan bahwa Allah telah menciptakan manusia dengan tubuh yang kokoh dan sempurna serta melengkapinya dengan panca indra seperti,  pendengaran,  penglihatan, penciuman, akal pikir dan hati nurani.  manusia harus bersyukur dengan panca indra yang diberikan Allah. Sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna, sudah sepantasnya manusia mensyukuri apa yang telah Allah berikan dan menggunakan alat panca indra tersebut untuk memperhatikan bukti keesaan Allah, serta taat dan patuh kepada-Nya.

Contoh Akhlak mulia terhadap Allah diantaranya:

  1. Ikhlas – Yang artinya suci, murni, jernih tidak tercampur dengan yang lain. Perbuatan seseorang dikatakan suci apabila dikerjakan hanya karena Allah semata, dengan niat yang ikhlas, menjauhkan dari riya (menunjuk kepada orang lain) ketika melakukan amal yang baik.
  2. Bertaubat – Yaitu suatu sikap menyesali perbuatan buruk yang dilakukan, berusaha untuk menjauhkan segala larangannya serta melakukan perbuatan baik.
  3. Bersabar – Dapat menahan diri pada kesulitan dengan berbagai ujian serta mencari ridha-Nya.
  4. Bersyukur – Suatu sikap memanfaatkan sebaik-baiknya yang bersifat fisik maupun non fisik, dan meningkatkan amal shaleh dengan bertujuan mendekat diri kepada-Nya.
  5. Bertawakal – Berusaha seoptimal mungkin dan berdoa, menyerahkan semuanya kepada Allah, untuk meraih sesuatu yang diharapkan.
  6. Harapan – Sikap jiwa yang sedang mengharap sesuatu yang disenangi Allah.
  7. Bersikap Takut – Takut akan siksaan Allah jika melanggar perintah-Nya.

b. Contoh Akhlak Mulia Terhadap Sesama Manusia

Sesuai dengan pengertian akhlak mulia, maka bukan hanya dilakukan kepada Allah SWT, tetapi juga perlu dilakukan kepada sesama manusia. Selain itu, salah satu faktor kuatnya iman seseorang, terlihat dari perilakunya sehari-hari terhadap orang lain, bagi muslim yang menaati peraturan akan tercermin akhlak mulia nya terhadap sesama.

1) Menjaga hubungan baik

Seperti halnya saling tolong menolong dengan tetangga, saling memberi jika ada rezeki lebih, atau saling membantu dalam hal kebaikan.

2) Berkata benar

Semakin hari semakin banyak informasi yang diluar pemikiran kita, membuat masukan / opini yang salah dan masyarakat terkadang mengikuti berita yang ternyata tidak benar kenyataan (hoax).

3) Tidak meremehkan orang lain

Allah memerintahkan bagi orang yang beriman, untuk tidak merendahkan orang lain. Merasa dirinya lebih, padahal kita tidak sadar ada yang lebih baik dan lebih berpikiran daripada luasnya pemikiran kita.

4) Bersangka baik (Husnuzon)

Husnuzan kepada sesama adalah sifat terpuji yang harus diterapkan dengan lahir dan batin, ucapan dan sikap, agar apa yang kita jalani selalu diridhai oleh Allah. Karena sikap suuzon itu ibarat “manusia memakan daging manusia yang sudah meninggal.” Sebagaimana firman Allah :

وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada` Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat, Maha Penyayang.” QS. Al-Hujurat : ayat 12.

5) Kasih sayang

Kasih sayang merupakan sifat asli (fitrah) manusia yang telah dibawa sejak lahir. Akan tetapi sifat tersebut merupakan potensi yang harus selalu dijaga, karena jika tidak dipelihara dan dikembagkan sebaik-baiknya atau dibiarkan hilang akan menumbuhkan rasa negative lain seperti kemarahan, kebencian, permusuhan, iri hati, dengki dan masih banyak lainnya yang mengarah ke jalan yang sesat. Tetapi jika rasa itu dipelihara maka akan tumbuh lahir sikap :

  • Sopan santun
  • Rasa tolong menolong
  • Pemurah
  • Pemaaf
  • Rasa persaudaraan (Ukhuwah)
  • Menepati janji

c. Contoh Akhlak Terpuji Terhadap Diri Sendiri

Selain akhlak kepada Allah dan terhadap sesama manusia, tak lupa akhlak terhadap diri sendiri. Yang artinya menjaga sifat jasmani dan rohani semakin lebih baik setiap waktunya. Dengan cara :

  1. Memelihara kesucian dan kehormatan diri
  2. Qana’ah : menerima apa adanya pemberian dari Allah.
  3. Berdo’a kepada Allah
  4. Sabar dengan ketentuan Allah
  5. Tawakal kepada Allah
  6. Rendah Hati

Contoh Akhlak Tercela (Al-Akhlaqul Mazmumah)

a. Contoh Akhlak mazmumah kepada Allah

1) Musyrik

Merupakan mempersekutukan (meminta / memohon) selain kepada Allah dengan makhluk-Nya. Seperti menyembah berhala pun termasuk dalam hati yang musyrik. Karena ini bertentangan dengan ajaran tauhid.

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar .” (QS. Lukman : ayat 13).

2) Takabbur

Sikap menyombongkan  diri dan tidak mengakui kekuasaan Allah di alam ini. Adapun yang menyebabkan seseorang menjadi takabur, salah satunya karena rupa tampan atau cantik, kedudukan jabatan yang tinggi, kekayaan dan lain sebagainya. Salah satu ayat Allah yang menerangkan ketakaburan manusia, QS. An-Nahl: 29

فَادۡخُلُوۡۤا اَبۡوَابَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا‌ؕ فَلَبِئۡسَ مَثۡوَى الۡمُتَكَبِّرِيۡنَ

Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Pasti itu seburuk-buruk tempat orang yang menyombongkan diri.”(Qs. An-Nahl : ayat 29).

3) Murtad

Sikap mengganti keyakinan diri dan beralih ke keyakinan yang lain dari agama islam / singkatnya keluar dari agama islam. Maka akan mendapatkan hukuman riddah (hukuman mati) saat di akhirat kelak.  Sebagaimana firman Allah:

ۗ وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah : ayat 217).

4) Munafik

Sikap seseorang yang menampilkan dirinya berpura-pura / tidak tulus hatinya mengikuti ajaran Allah dan ini termasuk sifat berkhianat. Khianat pun diartikan perbuatan menipu dan menurunkan martabat dirinya. Sebagaimana firman Allah:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.” (Qs. At-Taubah : ayat 67)

Adapun tanda-tanda orang munafik, menurut sebuah Hadis Rasulullah SAW, Bersabda:

“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga (yaitu) apabila berbicara ia berbohong, apabila berjanji ia menyalahi dan apabila diserahi amanah ia curang.” (HR. Bukhari, Muslim)

b. Contoh Akhlak mazmumah kepada sesama

Tingkah laku atau sikap seseorang terhadap sesama yang tidak sesuai dengan ajaran tuntunan Al-qur’an dan hadis diantaranya:

  1. Mudah marah (Al-Ghadhab) : Yaitu kondisi emosi yang tidak bisa terkontrol yang mengakibatkan perilaku yang tidak menyenangkan orang lain.
  2. Iri Hati atau dengki (Al-Hasadu) : Yaitu sikap seseorang yang ingin menghilangkan kebahagian / kenikmatan orang lain dan rasa ingin menggagalkan kebaikan orang lain karena berhasil menjadi lebih baik dan sukses.
  3. Mengumpat (Al-Ghiiba) : Yaitu perilaku seseorang yang menghasut orang lain untuk tidak suka kepada seseorang dan membicarakan keburukannya.
  4. Berbuat aniaya (Al-Zhulmu) : Yaitu perbuatan yang akan merugikan orang lain baik materi maupun non-materi. Dan sebagian mengatakan, seseorang yang mengambil hak orang lain.
  5. Kikir (Al-bukhlu) : Yaitu sikap seseorang yang tidak mau membantu orang lain, baik dalam hal jasa maupun materi.

Para pelaku akhlak buruk ini seringkali karena kurangnya pengetahuan atau pendidikan moral untuk membedakan mana yang baik dan juga buruk. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk menanamkan nilai-nilai baik pada orang sekitar kita atau mempelajarinya melalui buku Pendidikan Akhlak/Moral Berbasis Teori Kognitif.

Manfaat Akhlak Akhlakul Mahmudah

Supaya lebih mudah memahami apa itu akhlak, maka bukan hanya mengetahui pengertian akhlak saja, tetapi juga perlu mengetahui manfaat dari akhlak baik.

1. Dicintai Oleh Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kepada umatnya untuk memiliki akhlak mahmudah atau akhlak terpuji. Di dalam sebuah hadist menyatakan bahwa seorang muslim yang berperilaku akhlak terpuji akan dekat dengan Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang paling saya cintai dan paling dekat dengan tempat saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang memiliki akhlak mulia. Sementara orang yang paling saya benci dan tempatnya paling jauh dari saya kelak di hari kiamat adalah mereka yang keras dan rakus, suka menghina dan sombong.” (HR. Tirmizi).

2. Memperoleh Kedudukan Tertinggi saat di Akhirat

Seorang muslim dengan akhlak terpujinya membuat dirinya bisa memperoleh kedudukan tertinggi saat di akhirat. Hal ini seperti yang diungkapkan dalam hadist di bawah ini.

“Tidak ada kemelaratan yang lebih parah dari kebodohan dan tidak ada harta (kekayaan) yang lebih bermanfaat dari kesempurnaan akal. Tidak ada kesendirian yang lebih terisolir dari ujub (rasa angkuh) dan tidak ada tolong-menolong yang lebih kokoh dari musyawarah. Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara’ yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

3. Berat Timbangan Akhlak Baik

Akhlak mahmudah atau akhlak terpuji akan memengaruhi timbangan saat hari kiamat nanti. Dengan akhlak terpuji, seorang muslim dapat diselamatkan oleh Allah SWT.

“Tidak ada sesuatu amalan yang jika diletakkan dalam timbangan lebih berat dari akhlak yang mulia. Sesungguhnya orang yang berakhlaq mulia bisa menggapai derajat orang yang rajin puasa dan rajin shalat.” (HR. Tirmidzi)